Sesi #1
Sandra sekarang ada
dikelas barunya. Ia baru saja masuk SMA. Ia sedang melihat teman-teman barunya.
Dari sekian temannya, ia tertarik pada satu anak yang bernama Ricky. Sandra
sudah punya pacar, jadi rasa itu cuma sekedar kagum dan tertarik. Biar begitu,
sandra ingin dekat dengannya. Tapi ricky sangat cuek, beberapa bulan satu kelas
menyapapun jarang. Setelah putus, rasa tertarik sandra makin dalam, tapi tak
ada kemajuan dalam hubungan mereka.
"ricky itu
manis"
Sesi #2
Setengah tahun atau
satu semester telah berlalu sejak pertama sandra bertemu ricky. Hubungan mereka
bahkan tak bisa dibilang satu kelas. Mereka jarang berkomunikasi. Malam itu,
tak ada yang istimewa saat tiba-tiba hp sandra berdering. Sms. Dan yang membuat
sandra girang, itu ricky, ya ricky. Cepat-cepat sandra membukanya. Sms itu
berisi pesan yang menanyakan tugas untuk besok. Memang tak ada yang spesial,
tapi bagi sandra itu sudah cukup membuatnya bahagia. Sejak itu, ricky sering
mengirim sms ke sandra untuk bertanya tugas sekolah. Ini awal yang bagus.
"sandra, tugas
untuk besok gimana?"
"makasih
sandra"
"makasih
sandra"
"makasih
sandra"
Sesi #3
Walaupun ricky
sering mengirim sms ke sandra, tapi didalam kelas hubungan mereka tak ada
kemajuan yang berarti. Masih sama saja. Siang itu, sepulang sekolah saat sandra
tengah berjalan bersama teman-temannya hp sandra berdering. Sms. Dari ricky.
Hati sandra berdebar-debar mencoba menebak apa isi pesan itu. Bukankah tak ada
tugas untuk minggu ini. Sandra membuka pesan itu perlahan. Tak lama kemudian,
sandra tersenyum. Pesan singkat yang membuat sandra tersenyum simpul dan
menjadi awal baru dalam hubungan mereka yang datar.
"met siang
sandra imut :-)"
Sesi #4
Jari jemari sandra
asyik memencet keypad hp'nya sembari bibirnya mengembangkan senyum simpul dan
sesekali tawa kecilnya terdengar merdu dalam kamar mungil sandra. Sudah
beberapa hari ini sandra asyik dengan kegiatan barunya itu. Ya, smsan dengan
ricky. Cowok yang ia kagumi sejak pertama jumpa itu. Entah keajaiban apa yang
datang dalam hubungan mereka yang datar itu. Di kelaspun, sikap cuek ricky
perlahan mulai berkurang. Setidaknya sekarang tiap pagi ricky menyapa sandra.
Hal baru yang membuat sandra tak sabar menunggu pagi tiba.
"lagi apa ayank
mute?"
"mikirin sayank
icky"
Sesi #5
Siang itu sandra dan
teman-temannya sedang berada di rumah salah satu temannya. Sandra masih asyik
bersmsan dengan ricky saat salah satu temannya memanggilnya. Sandra bergegas
menghampiri temannya yang sedang berada di dapur dan meletakkan hpnya di meja.
Ketika sandra kembali ke ruang tamu tempat dia dan temannya berkumpul tadi,
sandra dikejutkan dengan tatapan aneh dari teman-temannya. Perlahan ledekan
mereka memecah keheningan sesaat tadi dan membuat muka sandra menjadi merah
merona karena malu.
"cieeeeeeeeee...
Sandra..."
"yang pacaran
sama ricky..."
"ehem, yang
pacaran gak ngomong-ngomong"
Sesi #6
Setelah kejadian di
rumah temannya itu, sandra menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Di kelaspun
ramai dengan ledekan mereka. Hal itu membuat sandra menjadi risih. Begitupun
dengan ricky. Perlahan ricky mulai menjauh. Hal ini membuat sandra gelisah. Ia
merasa tak enak dengan ricky. Bagaimanapun juga ricky adalah temannya. Saat
itu, ketika sandra tengah duduk sendirian di kelas, ia melamun. Tiba-tiba hpnya
berbunyi, sms dari ricky. Berdebar sandra membuka sms itu sambil memikirkan
kata-kata apa yang tepat untuk meminta maaf kepada ricky. Sandra terperangah
membaca kata demi kata pesan dari ricky itu. Ia tak tau bagaimana harus
berekspresi. Intinya "galau".
"sandra maaf.
Sejujurnya memang benar aku suka sama kamu"
Sesi #7
Beberapa hari
setelah kejadian-kejadian yang membuat sandra galau total itu, hubungannya
dengan ricky semakin jauh. Jangankan menyapa, smspun tak ada. Sandra semakin
galau dibuatnya. Ia tak tau apa yang harus dilakukannya. Ia merasa bersalah
pada ricky, tapi ia juga merasa tak ingin kehilangan ricky. Semua perasaan itu
berkecemuk dalam diri sandra dan sukses membuat sandra beberapa kali menangis
saat tengah malam. Sandra sadar rasa tak ingin kehilangan ricky semakin kuat.
Mungkin ini yang namanya cinta. Cinta yang tumbuh dari rasa kagum dan tertarik
selama ini. Sandra mencoba menguatkan dirinya.
"aku tak mau
kehilanganmu ricky"
"aku kangen
kamu"
Sesi #8
Hp mungil itu
beberapa kali dibolak balik tangan sandra. Masuk ke menu pesan lalu keluar
lagi, begitu berulang-ulang. Sandra bingung, bagaimana sebaiknya. Ia ingin
segera memperbaiki hubungannya dengan ricky. Dengan hati berdebar-debar ia
mulai menulis pesan singkat kepada ricky. Hatinya semakin berdebar-debar
menanti jawaban apa kiranya yang akan ricky berikan. Beberapa menit ia
menunggu, tak ada balasan. Sandra hampir patah semangat, lalu... Ricky, sms,
balasan. Sandra beberapa kali menarik nafas berusaha menenangkan hatinya.
Perlahan-lahan ia membaca pesan dari ricky. Hatinya seperti kena setrum. Ia
tersentak, kaget.
"iya?"
"maaf. Aku yang
salah sandra"
Sesi #9
Kemana kehangatan
yang pernah ada diantara sandra dan ricky menghilang? Tak hentinya sandra
menyalahkan dirinya yang tak bisa memperbaiki keadaan. Hatinya seperti tersayat
karena perubahan sikap ricky yang begitu drastis. Akal sehat sandra seperti tak
berfungsi lagi. Ia terus mengirim pesan ke ricky. Ia terus menguatkan hatinya,
secuek apapun balasan ricky. Sandra masih berusaha mencairkan gunung es
diantara mereka. Beberapa kali sandra memanggil ricky dengan sebutan sayang
yang ia berikan, tak ada balasan yang berarti dari ricky. Logika sandra
benar-benar habis. Satu pesan terakhir yang sandra kirimkan ke ricky. Setengah
putus asa ia mengirimnya.
"ricky maaf.
Aku merasa kehilangan kamu. Aku merasa kehilangan satu bagian yang penting
dalam hidupku jika kamu begini terus. Kamu berarti untukku. Aku benar-benar
kehilangan kamu ricky. Aku ingin kamu kembali. Aku ingin kita seperti dulu
lagi.
Ayank mute"
Sesi #10
Pagi yang biasa itu,
sandra tengah siap-siap berangkat ke sekolah. Hatinya masih gelisah mengingat
kejadian semalam. Ia yakin ricky pasti marah dan mungkin akan menjadi akhir
bagi hubungan mereka berdua. Jam setengah tujuh. Bergegas sandra mengambil hp mungilnya
diatas lemari lalu berangkat sekolah. Di tengah perjalanan ia membuka hpnya
dengan sedikit harapan ada sesuatu yang baik dari hp itu. Benar saja, satu
pesan, dari waktu pengirimannya pesan itu sepertinya baru saja sampai di hp
sandra. Tanpa berharap banyak sandra membuka pesan itu. Nampaknya matahari
sudah mulai meninggi dan menyilaukan pandangan sandra. Di arah timur, matahari
tersenyum menyambut pagi baru.
"met pagi ayank
mute :*"
Sesi #11
Ada sesuatu yang
menggelitik dan membuat sandra tak bisa berhenti tersenyum. Hatinya seperti
dipenuhi bulu-bulu halus yang membuat dia bahagia. Di seberang dari tempatnya
duduk sekarang terlihat ricky sedang duduk bersama teman-temannya. Mata sandra
tak bisa berpaling dari arah ricky. Berbagai kejadian beberapa hari belakangan
membuat sandra tak percaya saat ini ia masih bisa bersama ricky, bahkan lebih
dari itu. Tak ada lagi yang perlu ditutupi, perasaannya dan perasaan ricky. Namun ada sesuatu yang mengganjal di hati
sandra dan membuatnya gelisah.
"ricky, apa
kamu benar sayang ma aku?"
"kenapa kamu
cuek begitu?"
Sesi #12
Setahun sudah
hubungan sandra dan ricky berjalan. Sandra ingin merayakan anniversary mereka
yang pertama. Setelah beberapa kali rencana mereka gagal, akhirnya mereka bisa
ketemuan juga hari ini. Hati sandra berdebar-debar. Kali ini, untuk kali ini,
ia ingin membuat hubungannya dengan ricky menjadi lebih baik. Ia ingin ricky
tetap memandangnya dan hanya melihat kearahnya seperti sandra selama ini.
Sandra ingin menghilankan keraguannya pada ricky. Ia akan yakin, ricky-lah
orang yang ia sayangi, satu-satunya. Hari ini begitu istimewa, ricky yang
datang nampak dari kejauhan. Hati sandra makin berdebar kencang. Senyumnya
menghiasi wajahnya saat ricky berada didepannya. Iya, ricky, satu dan slamanya.
"happy
anniversary ayank"
Sandra
ardianda ♥
Ricky shahidar




0 komentar:
Posting Komentar