susah senang adalah satu, yang memberi makna dalam hidup
RSS



Kamis, 19 Maret 2015

ceritanya sih pengen bikin cerita fiksi tentang peri-peri. tapi gak tau kenapa jadinya gaje gini... T_T
inspirasinya asli dari aku sendiri. tepatnya dari mimpi pas masa-masanya insomnia. artinya, ini cerita dari mimpi dipagi hari jam 5 pagi tepatnya... jadi, beginilah hasilnya...

 

ANGEL



Putri Zeavaruus A. Veiden a.k.a Archangel
Raja Shin Veiden
Klan Angel
Kerajaan Veiden

************************************************************
PROLOG

Kesunyian hutan di pagi hari mulai terusik. Angin berhembus menghempas dedaunan. Suasana dingin semakin mencekam. Sayap-sayap bekelebatan diudara menembus angin hutan.
"nafasku sudah seperti mau habis. Aku sangat lelah"
"kita harus bisa bertahan lebih lama lagi. Sedikit lagi kita sampai diperbatasan. Kau harus bertahan sora."
"archa, tenagaku hampir habis."
"kau harus bertahan. Demi arya."
"kau benar"
Lima pasang sayap terbang mendekat menembus pepohonan. Raut wajah serius mereka semakin garang mengetahui sasaran mereka sudah terlihat.
"lihat kakak,mereka disana!"
"kau benar, ayo semua percepat!"
"kalian berdua, berhenti!"
Nampak kilatan menuju dua sayap didepan mereka dan menghantam dahan menghentikan dua sayap didepan mereka.

"apa yang kau inginkan Argus?"
"bayimu, sora" orang yang dipanggil argus menyeringai.
"takkan kubiarkan kau mendekatinya." archa melangkah kedepan sora dan melindunginya.
Mereka berlima tampak semakin gusar. "hentikan Archa, tak sepantasnya kau melindunginya. Seorang klan Angel sepertimu seharusnya bergabung dengan kami." ucap salah satu dari mereka geram.
"hah, apa hakmu melarangku nemon? Kalian yang seharusnya menghindar. Takkan kubiarkan kalian melangkah lebih jauh lagi." archa menatap tajam kelima orang didepannya. Ia melirik kearah sora dibelakangnya dan menyuruhnya pergi. Sora terbang menjauh. Mereka berlima hendak mengejar tapi dihalangi archa. "hadapi dulu aku."
Kilat dan petir mulai bergemuruh. Cahaya muncul ditengah hutan menandakan pertarungan diantara mereka mulai terjadi. Ledakan demi ledakan terus terjadi dan semakin besar menerangi gelap hutan.
Sayap putih besar itu mengembang diudara menunjukkan kekuasan dan besar kekuatannya. Menaungi hutan dibawahnya dan melebar seperti hiasan langit. Di bawah matahari pagi yang mulai muncul, silhouet peri terkuat menampakkan kekuasaannya.

CHAPTER 1


Zeal Highschool, saat ini

Suasana sekolah itu ramai oleh anak-anak yang beranjak keluar dari gedung sekolah. Jam sekolah sudah usai dan mereka semua bergegas pulang ke rumah masing-masing. Tak terkecuali pemuda itu. Ia kembali merapatkan jaketnya menghalau udara dingin yang berhembus seenaknya. Langkahnya semakin dipercepat menembus kerumunan anak-anak lain di sekitarnya.
Jalanan di daerah itu dikelilingi pohon hijau yang rimbun. Suasananya akan menjadi indah jika saja angin yang bertiup tidak terlalu kencang.
"Handy..."
Panggilan itu sontak membuat Handy menoleh kearah suara itu berasal.
"ibu... Apa yang ibu lakukan disini? Bukankah seharusnya ibu tetap bersembunyi?"
"Handy, dengar nak, ibu tak punya banyak waktu." hening sejenak. Lalu.. " kau harus berhati-hati nak. Kalau perlu kau dan adik-adikmu harus bersembunyi, situasi saat ini tidak aman. Mereka sudah mulai beraksi kembali."
"apa maksud ibu?"
"ibu melihat mereka mulai mengumpulkan nyawa para peri lagi. Itu tak baik. kau harus sembunyi han...." tiba-tiba tubuh wanita itu mulai meredup seperti hologram yang mulai akan hilang.
"ibu, ibu kenapa?"
Handy mulai panik. Tubuh ibunya semakin meredup. Handy membuka kedua tangannya dan mengeluarkan cahaya kebiruan kearah ibunya. Tubuh wanita itu berhenti meredup lalu menghilang. Handy segera pergi meninggalkan tempat itu. Nalurinya mengatakan ia tak lagi aman jika berlama-lama disana.
Beberapa langkah dari tempat itu, Handy melihat seorang gadis yang sangat dikenalnya. Itu Sean teman kelasnya. Tubuhnya juga meredup seperti ibunya tadi. Refleks Handy membuka tangannya seperti yang ia lakukan pada ibunya. Sosok gadis itupun menghilang.
Handy semakin mempercepat langkahnya, raut wajahnya semakin pucat dan cemas. Ia merasa ada yang mengikutinya. Ia semakin cemas. Sosok hitam dibelakangnya semakin nampak. Mereka... Mereka Jo bersaudara. Handy semakin tak karuan. Sedikit lagi ia sampai dirumahnya. Langkah Handy semakin cepat.
Ia merasa seakan mantra-mantra tengah dibacakan untuknya. Mantra itu nampak kuat dan membuat kepala Handy terasa berat. Handy tau mantra itu, mantra penangkap jiwa. Dalam kebingungannya, Handy mendengar suara di kepalanya. Handy, kau tau mantra itu tak akan bekerja padamu. Kau tau Handy bukan nama aslimu. Mantra itu tak akan menangkapmu... Tenanglah Arya...
"kakaaaak... Kak Handy"
Suara panggilan itu membuyarkan pikiran Handy. Ia berpaling kearah suara itu. Seorang gadis yang nampaknya hanya berjarak dua tahun darinya tengah melambai kearahnya. Senyumnya mengembang menyambut kedatangan Handy. Segera ia berlari menuju gadis itu.
"apa yang kau lakukan disini dhea? Ayo masuk"
Gadis bernama dhea itu mengikuti kata kakaknya dan berjalan masuk kerumah mereka.
"apa yang kakak lakukan dengan Jo bersaudara?"
"apa? Jo bersaudara?" sebelum Handy sempat menjawab sudah terdengar pekikan dari dalam rumah mereka. "apa maksudnya dengan Jo bersaudara?" tanya satu dari mereka dan diikuti yang satu lagi "apa mereka menganggumu?"
"tenanglah noah, noel." Handy berusaha menenangkan kedua adik kembarnya itu dan melanjutkan " dimana ayah dhe? Ada hal penting"
"ada apa Handy?" suara laki-laki paruh baya yang nampak masih gagah dan muda itu membuat mereka semua menoleh.
"ada hal penting yah..." Handy berjalan ketengah ruangan di depan kasur lantai. Ia menangkupkan kedua tangannya lalu membukanya perlahan. Cahaya biru terang menyala dari tangannya dan kemudian dua tubuh wanita muncul didepan mereka.
"astaga! Sora... Apa yang terjadi? Handy kenapa bisa begini?"
Semua orang kini memperhatikan Handy menuntut penjelasan. Handy menjelaskan kejadian yang dialaminya dan juga pesan dari ibunya.

 ...................

Kediaman Jo bersaudara

"kak surya, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"gadis itu tengah menatap kakaknya menunggu perintah selanjutnya. " tenanglah sashi." ia lalu beralih menatap adiknya yang lain " sisil, bagaimana persiapan kita?" gadis yang dipanggil sisil itu menoleh dan tersenyum menandakan kesiapannya. Surya menengok keadiknya yang lain lagi, "sandy, kau tau target kita selanjutnya kan..".
"tentu saja kak." sandy menjawab dengan mantap.
"kerjakan!" perintah surya kepada tiga adiknya.
Sandy mengangkat telunjuknya dan mengeluarkan kilatan dari ujungnya. Sisil dan sashi mulai membacakan mantra. Sandy mengarahkan telunjuknya kekepala seorang gadis yang ada didepannya. Gadis itu segera menjerit begitu kilatan itu menyentuhnya.

Jo bersaudara merupakan kelompok peri yang kejam. Mereka tidak segan-segan untuk membunuh target mereka. Ayah mereka Jo Sharleem merupakan salah satu peri terkuat. Dia pernah menjadi pemimpin pasukan peri untuk mengumpulkan nyawa peri demi membangkitkan monster jahat Hells, namun rencana itu digagalkan oleh seorang peri klan Angel. Sekarang, mereka sedang merencanakan sesuatu dengan kembali menangkap nyawa-nyawa para peri.



0 komentar:

Posting Komentar