THE WAY OF LOVE
Story about love, friends, and life
Vanizio & Azura
Love,
GG
CHAPTER 3
******
Suasana
kampus sangat ramai dan berisik. Hari ini adalah pengumuman pemenang kontes
foto tempo hari. Tapi yang lebih berisik dan membuat pusing bukan keramaian
kontes foto tapi teman-teman azura yang terus mengintrogasinya dengan bombardir
pertanyaan. Bahkan azura tak punya kesempatan menjawab.
"jadi,
kamu pacaran sama zio? Jawab? Kok bisa kamu tiduran bareng zio..."
berondong pertanyaan teman azura
"iya
jawab" yang lain serempak mengikuti
"kalian,
aku gak ada apa-apa sama zio. Dan soal itu, itu Cuma kebetulan."
"bagaimana
bisa kebetulan? Kamu tidur dipangkuan zio, dibawah pohon. Kalo gak pacaran apa
namanya? dia itu dari Inggris, kalo kalian keluar berdua alias dating itu
namanya pacaran." cerocos teman azura masih tak percaya
"tapi
aku gak pacaran sama zio. Fara, please stop it. Dan kenapa bisa kalian tau soal
itu?"
"fotonya
disebar lewat bbm semalam" jawab teman azura yang bernama fara itu
"apa?
Siapa, kok bisa?"
"ya
mana aku tau. Yang jelas kita semua udah pasti dapat foto itu. Dan maslahnya
sekarang, kamu dalam bahaya."
"bahaya?
Kenapa?"
"my
bestfriend azura sayang, kamu pikir berapa banyak penggemarnya zio. Dan yang
pasti mereka gak akan tinggal diam setelah lihat foto itu. Jadi mendingan kamu
kabur sekarang sebelum mereka datang."
"kabur?
Kemana?"
"mana
aja, yang penting kamu selamat buruan sana"
Azura
menatap teman-temannya yang mengerubunginya, tatapan mereka seakan setuju pada
ucapan fara agar ia segera kabur dari amukan penggemar zio. Azura akhirnya
pergi. Ia berjalan berusaha menghindari amukan penggemar zio.
Zio yang
baru datang tak tau menahu mengenai kejadian itu. Ia mencari azura tapi azura
tak nampak dimanapun. Akhirnya ia bertemu fara dan teman-temannya.
"hei,
kamu liat azura? Aku mencarinya dari tadi tapi gak ketemu." tanya zio pada
fara
"oh,
tadi dia pergi. Gak tau kemana. Kenapa? Ada yang penting?"
"ah,
iya... Ada sesuatu yang mau aku kasih ke dia. Oke see you."
"tunggu,
zio... Boleh aku tanya sesuatu?"
"boleh"
Fara
bangkit dari duduknya dan berbisik di telinga zio. Sejenak zio agak terkejut,
namun kemudian wajahnya terlihat normal kembali.
"kenapa?
Apa aku tidak boleh?"
"jadi?
Kamu, benar-benar... Haaaa" fara terkejut dan tak mampu berkata-kata
Zio hanya
tersenyum dan bergegas pergi mencari azura kembali. Sementara fara masih tak
percaya dengan penuturan zio barusan.
Di sisi
lain, para penggemar zio berkumpul dan mencari azura. Wajah mereka nampak marah
dan ganas.
Sementara
azura mulai masuk kekerumunan yang tengah menunggu pengumuman pemenang kontes
foto. Hatinya bingung tak tenang.
"dan
inilah saatnya kita umumkan pemenang kontes foto untuk tingkat fakultas yang
nantinya akan menjadi perwakilan untuk maju ke tingkat universitas.."
pengumuman dari MC acara menyita seluruh perhatian mahasiswa dan membuat mereka
menghentikan kegiatan mereka. Mereka yang mengikuti kontes berharap cemas.
Suasana berubah menegangkan.
"oke,
dan pemenangnya adalah....." foto pemenang ditampilakn di layar dan
membuat semua penonton terkejut.
"GABRIELLA
GEVAZURA"
Azura
masih tak percaya, barusan namanya dipanggil. Ia merasa seolah bermimpi.
Bagaimana bisa, ia bahkan tak mengikuti kontes itu.
"kepada
pemenang silahkan maju ke depan untuk menerima hadiah."
Azura
masih diam terpaku ditempat. Seluruh penonton termasuk zio mulai mencari
keberadaan azura.
"ayo
gabriella gevazura, silahkan maju..."
Dari
tengah kerumunan penonton nampak ada keributan. Azura yang mulai sadar melihat
orang disekelilingnya. Mereka semua menatapnya dan kemuadian membimbingnya maju
ke atas panggung. Semua mata kini tertuju pada azura dipanggung.
"ini
dia pemenang kita..."
"tu..tunggu...
Maaf tapi aku bahkan tak mengikuti kontes ini, jadi, bagaimana bisa? Kalian
mungkin salah orang."
"apa
ini fotomu?" MC menunjukkan foto di layar pada azura. Azura terkejut. Itu
benar dirinya. tapi bagaimana bisa? Siapa yang memotretnya? Di bawah hujan...
Di taman.
"jadi,
bagaimana?" tanya MC acara
"ah iya, itu saya, tapi..."
"ah iya, itu saya, tapi..."
"ya
kalo itu benar kamu, berarti kamu pemenangnya."
Azura
masih tak percaya. Saat itu matanya menangkap sosok seseorang yang tersenyum.
Zio, orang itu zio. Azura bertanya-tanya... Mungkinkah
itu zio...
Azura
diberi hadiah dan disematkan selempang penghargaan. Kemudian ia berjalan turun
dari panggung menuju ke arah zio berdiri. Sampai di tengah perjalanan, dia
dihadang kerumunan penggemar zio yang marah.wajah mereka nampak ganas dan penuh
amarah.
"jadi
ini, orang yang sudah menggoda pangeran kita." ucap salah satu dari mereka
yang nampaknya merupakan ketua dari mereka
"bunuh
aja" teriak yang lain bersama-sama
"berani
juga ya, apa kamu merasa cantik, bahkan sampai ikut kontes segala" ucap
sang ketua kembali.
Si ketua
geng memulai aksinya dengan mengambik boquet bunga dan melemparnya. Kemudian ia
menarik rambut azura. Azura hanya bisa menahan sakit karena rambutnya ditarik.
Si ketua menghempaskan tubuh azura dan membuatnya hampir kehilangan
keseimbangan. Tangan si ketua berayun hendak menampar wajah azura, dan....
"hentikan"
sergah zio sambil menggenggam tangan si ketua yang nyaris menyentuh pipi azura.
"zi..zii...zio..."
si ketua tergagap kaget.
"pergilah"
"ta...tapii...
Dia, dia berani...di pangkuanmu..."
"kenapa?
Apa pacarku tak boleh tidur di pangkuanku?"
"pacar?"
ucap mereka serempak
"apa
kalian tak tau artinya? Atau harus kuejakan? Pergilah cepat selagi aku masih
berbaik hati" mendengar perkataan zio mereka langsung berlari pergi. Zio
menatap azura dan tersenyum. Saat mereka menatap sekeliling, ternyata semua
orang disana menatap mereka dan menyaksikan semua kejadian tadi termasuk
pengakuan zio bahwa azura adalah pacarnya. Melihat tatapan semua orang membuat
zio panik, ia menarik tangan azura dan pergi dari situ secepatnya.
.........................................
Zio
membawa azura pergi dengan mobilnya. Di perjalanan keduanya hanya bisa membeku
dalam diam.
"zio..."
suara azura mulai memecah kebisuan keduanya
"ya"
"aku
ingin tanya, tapi aku tak tau apa yang harus kutanyakan atau tepatnya harus
mulai dari mana"
"kau
bisa memulai salah satunya dari sekarang. Tanyalah..." zio membalas dengan
senyum manis diwajahnya.
"apa
kau yang mengambil foto itu? Lalu, kontes itu? Kemudian tadi...."
kata-kata azura terhenti
"kenapa?
Apa?" zio balas dengan masih menyunggingkan senyum membuat azura makin
salah tingkah. "oke, akan kujawab, tapi nanti. Aku harus beristirahat.
Semua ini cukup melelahkan."
Zio
memarkirkan mobilnya di salah satu taman di pusat kota. Tempat itu cukup ramai.
Banyak pohon yang mengelilingi tepiannya. Dan di sekeliling area banyak
anak-anak dan juga orang tua sedang bermain. Seperti piknik atau acara
keluarga. Zio duduk disalah satu bangku taman. Azura mengikuti zio dan duduk
disebelahnya.
"oke,
akan mulai kujawab. Pertama mengenai foto. Iya, itu aku dan aku juga yang
mendaftarkannya. Ingat saat aku mengajakmu ketaman? Sebenarnya aku ingin
memberitahumu tapi, tidak jadi."
"lalu...
Kenapa?"
"entahlah,
aku juga tak tau. Soal yang tadi, aku juga tak tau. Kata-kata itu terucap
begitu saja."
"maksudnya?"
"aku
hanya tak ingin melihatmu disakiti."
"oooh.."
"yah,
sudah terlanjur. Jadi sekarang kau hanya punya dua pilihan. Mengikutiku dan
berpura-pura menjadi pacarku, atau..."
"apa?pura-pura?
Jadi pacarmu?" azura terkejut akan ucapan zio
"ya
kalau kamu tidak suka pura-pura kita buat ini menjadi nyata. Kamu jadi pacarku.
Itu pilihan kedua.."
Azura
hanya bisa diam, ia tak mampu menajwab semua itu. Berpura-pura atau benar-benar
menjadi pacar zio. Tunggu, itu seperti sebuah
pengakuan, apa ia mengakui perasaannya padaku?benarkah?
"kenapa
diam? Jadi pilih mana?"
"kenapa
kau mau jadi pacarku? Kau menyukaiku?" pertanyaan azura sukses membuat zio
tak berkutik. Kini zio yang tak bisa menjawab. "kenapa diam?"
"entahlah.
Aku tak tau. Mungkin karna kamu seperti matahari yang hangat."
"yang
hangat itu kau zio" ucap azura keceplosan
"apa?
Tadi kau bilang apa?"
"tidak
ada"
"aku
tau tadi kau mengatakan sesuatu. Apa itu?"
"tidak
ada. Jadi kenapa kau mengikutkan fotoku untuk kontes?"tanya azura mencoba
mengalihkan pembicaraan.
"kau
ingin tau? Benar ingin tau?"
"iya.
Kenapa?"
"ikut
aku"
"kemana?"
"ikut
saja"
TBC





0 komentar:
Posting Komentar