susah senang adalah satu, yang memberi makna dalam hidup
RSS



Kamis, 19 Maret 2015


THE WAY OF LOVE

 
Story about love, friends, and life


Vanizio & Azura
Love,
GG

 CHAPTER 2


*****

Hari sabtu. Liburan. Azura pagi-pagi sudah siap dan keluar menuju ke taman. Ia duduk sambil memakai headset. Ia membiarkan alunan musik mengiringi membawanya bermimpi. Ia terpejam sesaat, kemudian membuka matanya dan mulai menulis sesuatu. Puisi. Ia menuliskan kata demi kata.
Tak jauh dari situ, zio terlihat terus memperhatikannya. Tanpa sadar zio mulai memotret azura. Setiap gerakannya. Tiba-tiba gerimis mulai datang. Azura bergegas mencari tempat berteduh. Zio yang melihatnya hanya tersenyum sambil terus memotret mengikuti pergerakannya. Tiba-tiba zio berhenti, ia tertegun. Ia mulai mengarahkan kameranya pada wajah azura. Wajah yang terlihat menengadah menerima hujan membasahinya. Zio menatap hasil gambarnya. Ia tersenyum puas. Entah apa yang menghipnotis zio, ia selalu mengikuti gerakan azura dan memotretnya tanpa azura sadari.

Zio nampak senang dan puas dengan hasil fotonya. Ia sudah mengulangnya berkali-kali, melihatnya dan melihatnya lagi. Alex yang baru datang segera mendekati zio.
"waaaah.." alex berseru kagum
Zio terkejut dan menoleh kearah alex, refleks ia menutup laptopnya.
"hei, zio! Itu siapa? Apa model kita? Siapa dia? Cantik sekali.."
"bukan urusanmu"
"zio, siapa dia?"
Raivan baru saja masuk dan segera dihujani pertanyaan alex. Raivan yang tak tau menahu hanya diam dan kebingungan.
"kenapa kalian diam saja?"
"alex, apa maksudmu?foto apa?" tanya raivan
"kau tak tau? Itu yang dilaptopnya zio. Seorang cewek."
"benarkah zio? Coba kulihat." tanpa menunggu persetujuan zio, raivan mengambil laptop zio dan membukanya.
WAAH WAAH WAAAAAAAAAAAAH.....


Merasa terpojok, akhirnya zio menceritakan kejadiannya kepada teman-temannya.
"jadi? Ini model kita? Atau....." raivan menggantung kalimatnya
"entahlah. Aku juga tak tau kenapa aku memotretnya. Aku hanya merasa ini bagus." jelas zio
"tapi menurutku dia bagus, kenapa bukan dia saja yang jadi modelnya?" alex mengusulkan.
"aku setuju" raivan menyutujui saran alex. Raivan dan alex memandang zio menanti persetujuan. Zio terdiam sejenak, kemudian...
"baiklah...tapi..." belum selesai zio berbicara alex dan raivan besorak dan melakukan tos.
 "yeeeeeeeeeeei...!"
"stop!" setelah raivan dan alex berhenti, zio mulai melanjutkan. "iya kalo orangnya mau, kalo tidak? Sebaiknya kalian punya cara untuk membujuknya. Karena nampaknya dia tidak akan setuju begitu saja."
"kau benar" alex menyutujui pemikiran zio. Mereka bertiga merenung berpikir cara apa yang dapat digunakan untuk membujuk azura agar mau menjadi model mereka.
"aha! Aku dapat cara!" ucap alex. Raivan dan zio menatap alex dan mendengarkan baik-baik ide alex. Sesaat kemudian mereka mengangguk-angguk tanda mengerti.
"layak kita coba, bagaimana menurutmu zio?" tanya raivan
"boleh" zio menyetujui.

.................................


Cuaca mendung dilengkapi dengan angin yang kencang. Selebaran yang ditempel di dinding dan di mading bertebaran terkena angin. Azura berjalan dengan malasnya. Angin berhembus dan membawa salah satu selebaran jatuh di depannya. Ia memungut dan membacanya.
KONTES FOTO

Mau cantik, jelek, gendut, kurus
Siapapun kamu, ayo ikut!
NO SYARAT
Tinggal kirim foto kamu yang terbagus
No EDIT alias foto asli

Hadiah menarik menanti kamu
Pemenang di tiap fakultas akan diikutkan dalam kompetisi tingkat universitas

"menarik... Kreatif juga..."
Azura bergegas dan masuk ke kelas. Di kelas zio selalu ramai dikelilingi cewek-cewek. Hal ini seperti menjadi pemandangan yang biasa bagi azura. Bukan Cuma anak satu kelas saja tapi juga dari berbagai kelas bahkan jurusan dan angkatan. Kabar yang beredar, kemarin anak semester satu menyatakan perasaannya dan tentu saja, hasilnya bisa ditebak. Zio menolaknya. Zio terkenal sebagai cowok yang "dingin", tapi entah kenapa bagi azura dia sosok yang hangat dan penuh perhatian. Mengacuhkan keributan disekitarnya, azura memasang headset dan menuju dunianya sendiri.
"zura... Hei zuuraaa...." panggilan itu mengejutkannya dan segera menyadarkanya.
"kenapa?" azura menjawab dengan terkejut
"it's me..." zio berdiri di depannya dan menatapnya dengan senyuman, sementara di sudut sebelah banyak cewek yang marah dan cemburu.
"ada apa zio? Kau tak lihat mereka menatapku dengan tatapan ingin membunuh?"
"hahaaaa" zio hanya tertawa mendengar ucapan azura
"stupid!" azura mencubit perut zio dan membuatnya histeris kaget.
"hei, don't touch me like that. You must pay for it" ucap zio sambil mengusap perutnya
"so, why? Kenapa? Ada perlu apa?" tanya azura lembut
"just want to know. Sedang apa?" tanya zio dengan wajah innocentnya.
Azura hanya diam menahan emosinya. Ia hanya mengacuhkan zio dan memasang headset kembali. Membiarkan zio berbicara sesukanya. Aku tak peduli...
"oke? Jadi nanti siang jam satu di taman. Awas kalo tidak datang. JAM SATU!!!" zio berteriak di telinga azura dan sukses membuatnya terkejut.
"a...apaa? Apanya?" tanya azura bingung
"aku tunggu pokoknya." ucap zio sembari kembali ke tempat duduknya. Tatapan anak-anak cewek semakin mengganas. Azura penasaran apa yang dikatakan zio tadi hingga membuat mereka menatapnya segarang itu. Membayangkannya membuat azura merinding.

Tepat jam satu azura tiba ditaman kampus. Ia melongok mencoba mencari sosok zio. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Tepat didepan, dibawah pohon nampak zio sedang tertidur santai. Azura berjalan mendekatinya. Sampai ditempat zio masih belum terbangun. Azura menatap wajah zio. Lumayan juga, pantas banyak yang suka. Wajahnya saat tertidur nampak tenang dan hangat... Dengan isengnya azura memotret zio dengan hapenya. Zio terbangun dan kaget melihat azura di depannya.
"kau sudah datang?" sapa zio tanpa tau azura baru saja memfotonya
"kau yang menyuruhku datang dan malah tertidur disini"
"cuacanya hangat, cuaca yang sangat jarang di musim hujan bukan? Sayang kalo dilewatkan."
"jadi? Tidur itu bukan melewatkan?"
"of course no. Itu namanya menikmati. Come in. Duduk sini"
Azura menuruti perintah zio dan duduk di sebelah zio
"coba lihat. Langitnya bagus. Cocok untuk selimut tidur siang."
Yaah, cuaca hangat. Sehangat senyummu. Kenapa tak kau tunjukkan sifat hangatmu pada semua orang. Malah berpura-pura menjadi sosok yang dingin...
"kenapa? Ada yang salah dengan wajahku? Atau... Aaah, kau terpesona padaku ya?" zio yang menyadari azura menatapnya menggoda azura.
"aneh"
"apa? Aneh?"
"iya. Jadi kenapa kau memintaku kesini?"
Zio mendekatkan wajahnya pada azura dan membuat azura menjadi salah tingkah. Zio menarik tangannnya dan membaringkannya di pangkuannya.
"diam dan tidurlah. Aku lelah. Dari semalam belum tidur"
Setelah mengatakan itu zio menutup matanya dan tertidur. Di pangkuan zio azura menatap wajah zio. Wajah menawan yang hangat namun terkesan dingin. Azura yang tak dapat berbuat apa-apa akhirnya mengikuti zio tidur.

Dari jauh ada seseorang yang datang dan melihat mereka berdua tertidur. Orang itu tersenyum dan memotret mereka berdua yang sedang tertidur. Kemudian ia pergi meninggalkan azura da zio yang masih terlelap.

TBC

0 komentar:

Posting Komentar