THE WAY OF LOVE
Story about love, friends, and life
Vanizio & Azura
Love,
GG
CHAPTER 2
*****
Hari
sabtu. Liburan. Azura pagi-pagi sudah siap dan keluar menuju ke taman. Ia duduk
sambil memakai headset. Ia membiarkan alunan musik mengiringi membawanya
bermimpi. Ia terpejam sesaat, kemudian membuka matanya dan mulai menulis
sesuatu. Puisi. Ia menuliskan kata demi kata.
Tak jauh
dari situ, zio terlihat terus memperhatikannya. Tanpa sadar zio mulai memotret
azura. Setiap gerakannya. Tiba-tiba gerimis mulai datang. Azura bergegas
mencari tempat berteduh. Zio yang melihatnya hanya tersenyum sambil terus
memotret mengikuti pergerakannya. Tiba-tiba zio berhenti, ia tertegun. Ia mulai
mengarahkan kameranya pada wajah azura. Wajah yang terlihat menengadah menerima
hujan membasahinya. Zio menatap hasil gambarnya. Ia tersenyum puas. Entah apa
yang menghipnotis zio, ia selalu mengikuti gerakan azura dan memotretnya tanpa
azura sadari.
Zio nampak
senang dan puas dengan hasil fotonya. Ia sudah mengulangnya berkali-kali,
melihatnya dan melihatnya lagi. Alex yang baru datang segera mendekati zio.
"waaaah.."
alex berseru kagum
Zio
terkejut dan menoleh kearah alex, refleks ia menutup laptopnya.
"hei,
zio! Itu siapa? Apa model kita? Siapa dia? Cantik sekali.."
"bukan
urusanmu"
"zio,
siapa dia?"
Raivan
baru saja masuk dan segera dihujani pertanyaan alex. Raivan yang tak tau menahu
hanya diam dan kebingungan.
"kenapa
kalian diam saja?"
"alex,
apa maksudmu?foto apa?" tanya raivan
"kau
tak tau? Itu yang dilaptopnya zio. Seorang cewek."
"benarkah
zio? Coba kulihat." tanpa menunggu persetujuan zio, raivan mengambil
laptop zio dan membukanya.
WAAH WAAH
WAAAAAAAAAAAAH.....
Merasa
terpojok, akhirnya zio menceritakan kejadiannya kepada teman-temannya.
"jadi?
Ini model kita? Atau....." raivan menggantung kalimatnya
"entahlah.
Aku juga tak tau kenapa aku memotretnya. Aku hanya merasa ini bagus."
jelas zio
"tapi
menurutku dia bagus, kenapa bukan dia saja yang jadi modelnya?" alex
mengusulkan.
"aku
setuju" raivan menyutujui saran alex. Raivan dan alex memandang zio
menanti persetujuan. Zio terdiam sejenak, kemudian...
"baiklah...tapi..."
belum selesai zio berbicara alex dan raivan besorak dan melakukan tos.
"yeeeeeeeeeeei...!"
"stop!"
setelah raivan dan alex berhenti, zio mulai melanjutkan. "iya kalo
orangnya mau, kalo tidak? Sebaiknya kalian punya cara untuk membujuknya. Karena
nampaknya dia tidak akan setuju begitu saja."
"kau
benar" alex menyutujui pemikiran zio. Mereka bertiga merenung berpikir
cara apa yang dapat digunakan untuk membujuk azura agar mau menjadi model
mereka.
"aha!
Aku dapat cara!" ucap alex. Raivan dan zio menatap alex dan mendengarkan
baik-baik ide alex. Sesaat kemudian mereka mengangguk-angguk tanda mengerti.
"layak
kita coba, bagaimana menurutmu zio?" tanya raivan
"boleh"
zio menyetujui.
.................................
Cuaca
mendung dilengkapi dengan angin yang kencang. Selebaran yang ditempel di
dinding dan di mading bertebaran terkena angin. Azura berjalan dengan malasnya.
Angin berhembus dan membawa salah satu selebaran jatuh di depannya. Ia memungut
dan membacanya.
KONTES FOTO
Mau cantik, jelek, gendut, kurus
Siapapun kamu, ayo ikut!
NO SYARAT
Tinggal kirim foto kamu yang terbagus
No EDIT alias foto asli
Hadiah menarik menanti kamu
Pemenang di tiap fakultas akan diikutkan
dalam kompetisi tingkat universitas
"menarik...
Kreatif juga..."
Azura
bergegas dan masuk ke kelas. Di kelas zio selalu ramai dikelilingi cewek-cewek.
Hal ini seperti menjadi pemandangan yang biasa bagi azura. Bukan Cuma anak satu
kelas saja tapi juga dari berbagai kelas bahkan jurusan dan angkatan. Kabar
yang beredar, kemarin anak semester satu menyatakan perasaannya dan tentu saja,
hasilnya bisa ditebak. Zio menolaknya. Zio terkenal sebagai cowok yang
"dingin", tapi entah kenapa bagi azura dia sosok yang hangat dan
penuh perhatian. Mengacuhkan keributan disekitarnya, azura memasang headset dan
menuju dunianya sendiri.
"zura...
Hei zuuraaa...." panggilan itu mengejutkannya dan segera menyadarkanya.
"kenapa?"
azura menjawab dengan terkejut
"it's
me..." zio berdiri di depannya dan menatapnya dengan senyuman, sementara
di sudut sebelah banyak cewek yang marah dan cemburu.
"ada
apa zio? Kau tak lihat mereka menatapku dengan tatapan ingin membunuh?"
"hahaaaa"
zio hanya tertawa mendengar ucapan azura
"stupid!"
azura mencubit perut zio dan membuatnya histeris kaget.
"hei,
don't touch me like that. You must pay for it" ucap zio sambil mengusap
perutnya
"so,
why? Kenapa? Ada perlu apa?" tanya azura lembut
"just
want to know. Sedang apa?" tanya zio dengan wajah innocentnya.
Azura
hanya diam menahan emosinya. Ia hanya mengacuhkan zio dan memasang headset
kembali. Membiarkan zio berbicara sesukanya. Aku
tak peduli...
"oke?
Jadi nanti siang jam satu di taman. Awas kalo tidak datang. JAM SATU!!!"
zio berteriak di telinga azura dan sukses membuatnya terkejut.
"a...apaa?
Apanya?" tanya azura bingung
"aku
tunggu pokoknya." ucap zio sembari kembali ke tempat duduknya. Tatapan
anak-anak cewek semakin mengganas. Azura penasaran apa yang dikatakan zio tadi
hingga membuat mereka menatapnya segarang itu. Membayangkannya membuat azura
merinding.
Tepat jam
satu azura tiba ditaman kampus. Ia melongok mencoba mencari sosok zio. Ia
menoleh ke kanan dan ke kiri. Tepat didepan, dibawah pohon nampak zio sedang
tertidur santai. Azura berjalan mendekatinya. Sampai ditempat zio masih belum
terbangun. Azura menatap wajah zio. Lumayan
juga, pantas banyak yang suka. Wajahnya saat tertidur nampak tenang dan
hangat... Dengan isengnya azura memotret zio dengan hapenya. Zio
terbangun dan kaget melihat azura di depannya.
"kau
sudah datang?" sapa zio tanpa tau azura baru saja memfotonya
"kau
yang menyuruhku datang dan malah tertidur disini"
"cuacanya
hangat, cuaca yang sangat jarang di musim hujan bukan? Sayang kalo
dilewatkan."
"jadi?
Tidur itu bukan melewatkan?"
"of
course no. Itu namanya menikmati. Come in. Duduk sini"
Azura
menuruti perintah zio dan duduk di sebelah zio
"coba
lihat. Langitnya bagus. Cocok untuk selimut tidur siang."
Yaah, cuaca hangat. Sehangat senyummu. Kenapa tak kau
tunjukkan sifat hangatmu pada semua orang. Malah berpura-pura menjadi sosok
yang dingin...
"kenapa?
Ada yang salah dengan wajahku? Atau... Aaah, kau terpesona padaku ya?" zio
yang menyadari azura menatapnya menggoda azura.
"aneh"
"apa?
Aneh?"
"iya.
Jadi kenapa kau memintaku kesini?"
Zio
mendekatkan wajahnya pada azura dan membuat azura menjadi salah tingkah. Zio
menarik tangannnya dan membaringkannya di pangkuannya.
"diam
dan tidurlah. Aku lelah. Dari semalam belum tidur"
Setelah
mengatakan itu zio menutup matanya dan tertidur. Di pangkuan zio azura menatap
wajah zio. Wajah menawan yang hangat namun terkesan dingin. Azura yang tak
dapat berbuat apa-apa akhirnya mengikuti zio tidur.
Dari jauh
ada seseorang yang datang dan melihat mereka berdua tertidur. Orang itu
tersenyum dan memotret mereka berdua yang sedang tertidur. Kemudian ia pergi
meninggalkan azura da zio yang masih terlelap.
TBC





0 komentar:
Posting Komentar